Gue menulis ini karena sedikit menganggu pikiran gue akhir-akhir ini. Bukan kabar buruk atau suatu masalah, tapi gue merasakan “moment” yang hampir gak pernah terjadi dalam hidup gue.
Bertepatan dengan bulan Agustus ini, bulan puasa untuk agama muslim di seluruh dunia. Hal yang paling gue suka dalam bulan puasa ini adalah puasa itu sendiri selama sebulan penuh. Hal yang berbeda dan tetap sama selama hidup gue, gue puasa sendirian tanpa keluarga gue. Sahur sendirian dan berbuka sendirian, seenggaknya saya paling senang kalo orang yang saya sayangi mengucapkan “selamat berbuka” kepada saya.
Menginjak puasa ke 7, hari Minggu kemarin. Teman sahabat saya, Nat, mengundang saya untuk berkunjung di rumahnya. Saya pikir akan pergi keluar untuk mencari makanan pembuka sambil buka puasa bareng di luar. Gak taunya, orang tua Nat mengajak saya untuk berbuka bersama, di rumah mereka, di meja makan keluarga mereka.
Sedikit malu, nerveous, bingung, terharu. Entahlah, saya merasa gak pernah seperti ini selama hidup saya. Bersama teman saya juga, Crystal, jadi 5 orang duduk termasuk saya, Nat, Crystal dan kedua orang tua Nat sendiri.
Jujur, saya ngga pernah dalam kondisi seperti itu. Mereka menganggap seperti keluarga sendiri dan gue merasa, mungkin mau nangis menahan rasa senang saya waktu itu. Sampai sekarang pun, saya masih merasa “moment” tersebut masih berbekas di hati dan pikiran saya.
Terima kasih :)